BANJARNEGARA — Mahasiswa KKN Angkatan 58 Kelompok 66 berkolaborasi dengan Karang Taruna Desa Mandiraja Kulon menggelar sosialisasi Gerakan Sampah Bernilai di Balai Desa Mandiraja Kulon, Banjarnegara, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut diikuti kader PKK, perangkat desa, dan para ketua RT. Sosialisasi bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan dan pemanfaatan sampah, mengingat sampah masih menjadi salah satu persoalan lingkungan yang perlu mendapat perhatian.
Materi sosialisasi disampaikan oleh bapak Eko dari Dinas Perlindungan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Banjarnegara. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya, termasuk mengenali jenis sampah organik dan anorganik serta cara pemilahan dan pengelolaannya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi bersama peserta. Selain itu, Firdan, mahasiswa KKN, turut memaparkan konsep Gerakan Sampah Bernilai sebagai upaya mendorong masyarakat agar tidak hanya membuang sampah, tetapi juga memanfaatkannya sehingga memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Eko mengatakan, konsistensi dan partisipasi masyarakat menjadi hal penting dalam menjalankan bank sampah. Menurutnya, kebiasaan memilah sampah dari rumah dan menyetorkannya secara rutin dapat mengubah sampah yang sebelumnya dianggap tidak berguna menjadi sesuatu yang bernilai.
"Yang paling penting dalam menjalankan bank sampah adalah konsistensi dan partisipasi masyarakat. Kalau masyarakat sudah terbiasa memilah sampah dari rumah dan rutin menyetorkannya, sampah yang sebelumnya dianggap tidak berguna bisa menjadi sesuatu yang bernilai. Jadi, bank sampah memberikan manfaat untuk lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat," kata Eko.
Melalui sosialisasi tersebut, masyarakat diharapkan semakin peduli terhadap lingkungan sekitar serta mampu menerapkan pengelolaan sampah mulai dari rumah. Gerakan Sampah Bernilai juga diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk melihat sampah bukan hanya sebagai persoalan lingkungan